Mohamed Salah, Merubah Pandangan Negatif Terhadap Islam Melalui Sepakbola

"Jika dia cukup baik untuk Anda, dia cukup baik untuk saya, jika dia mencetak beberapa gol lagi, maka saya juga akan menjadi Muslim."


Fans Liverpool telah menemukan nyanyian yang tak biasa untuk mendeskripsikan kecintaan mereka terhadap Mohamed Salah dan mulai memperkenalkan nyanyian tersebut saat kemenangan 5 - 0 Liverpool atas Porto di Liga Champion. Itu adalah lagu dari grup band Dogdy's berjudul Good Enough yang hit di tahun 1996. Fans Liverpool juga punya lirik lain yaitu "Dia duduk di masjid, di situlah saya inginkan.".

Mohamed Salah telah menjadi idola baru publik Anfield musim ini, dengan torehan 31 gol di semua ajang yang di ikuti Liverpool sejauh ini, gol demi gol terus mengalir dari kaki winger Mesir di beberapa pertandingan terakhir dan sepertinya akan terus berlanjut hingga akhir musim.

Penampilan impresif Mohamed Salah di musim pertama yang mengesankan sebagai pemain Liverpool, telah mengilhami penggemar dengan nyanyian yang sedikit banyak telah membantu mengikis prasangka rasial di dunia sepak bola dan sebagai langkah besar dalam menghancurkan Islamofobia. Setidaknya untuk fans The Reds.



Walau hanya nyanyian dukungan, dan masyarakat Eropa yang bebas mengatakan apa pun. Tapi kalimat itu sangat berarti besar yang sangat kontras dengan pandangan masyarakat barat terhadap Islam selama ini. Jika dengan beberapa gol saja mereka mengatakan akan menjadi seorang Muslim, bagaimana kalau Mo Salah membawa The Reds menjuarai UCL musim ini. atau memenangkan gelar Premier League yang sudah 28 tahun tak pernah singgah di Anfield musim depan?.

Pemain depan berusia 25 tahun, mendapatkan respek dari para penggemar karena sikap rendah diri, yang tercermin dari selebrasi "sujud" setelah mencetak gol yang telah dia lakukan sejak bermain di AS Roma, sebuah tindakan yang menunjukkan rasa syukur kepada sang pencita.



Kampanye anti-rasisme sepak bola Kick It Out mengatakan bahwa insiden diskriminasi sedang meningkat. Terdapat 282 kasus pada akhir tahun 2017, meliputi permainan profesional, sepak bola dan media sosial, naik 59 persen pada musim lalu. dan hal positif yang ditunjukkan oleh penggemar The Reds diharapkan bisa menekan angka diskriminasi tersebut.

Dikutip dari The Sun Sport (24/2/18). Mumin Khan, seorang CEO masjid Abdullah Quilliam di Liverpool, mengatakan: "Serangan teror telah menyebarkan ketakutan terhadap umat Islam namun Mo Salah telah menunjukkan bahwa kita bukan bogeymen (hantu atau teroris)"

"Nyanyian ini telah membawa perubahan besar dalam persepsi tentang iman Muslim.

"Ini telah berbuat banyak untuk menghancurkan kebencian dan ketakutan, menunjukkan bahwa kita semua adalah satu bangsa.

Dan Mumin Khan telah mengundang Mo Slah dan fans pendukungnya. Dia berkata: "Kami ingin Mo dan penggemar sepak bolanya datang dan duduk di masjid kami sebagai pertunjukan harmoni dan damai. Dia adalah pahlawan sejati. "



Zuber Patel, pelatih tim junior AHF FC yang berbasis di Blackburn dengan 400 pemain Muslim, mengatakan : Mo adalah inspirasi bagi semua pemain muda kami. "Kami masih mendapat komentar penghinaan yang aneh tentang agama di pertandingan kami tapi semakin jarang karena hal-hal seperti nyanyian ini."

Begitu banyak pandangan negatif terhadap umat muslim belakangan ini. Dan suatu hal yang patut di syukuri bahwa orang-orang saat ini bisa merasakan hal yang positif dari Mo Salah. Sesuatu yang harus diyakini bahwa sepakbola bisa membangun jembatan dan mengakhiri benturan peradaban di dunia ini.seperti nyannyian fans untuk Mo Salah.

Mohamed Salah juga seorang pesepakbola yang dermawan, meski dia saat ini bermain di salah satu klub terbesar di liga terbaik dunia, namun dia tidak lupa akar dan sangat peduli pada tanah kelahirannya di Mesir.

Dia telah menginvestasikan sebagian besar gaji nya (90.000 pound) per minggu ke sekolah dan rumah sakit di tanah airnya dan pada pernikahannya pada tahun 2013, dia memberikan undangan terbuka ke seluruh masyarakat desa asalnya Nagrig, dan 1.000 orang datang menghadiri acara tersebut.

Foto jadul ketika Mohammed Salah saat dulu menikahi Istrinya

Setelah Mo memimpin Mesir ke Piala Dunia tahun ini, seorang pengusaha kaya menawarinya sebuah vila mewah sebagai ucapan terima kasih, namun dia menolak dan meminta pengusaha tersebut untuk memberikan sumbangan ke desanya sebagai gantinya.

Semoga Mohamed Salah, meraih kesuksesan besar agar dia bisa menunjukkan bahwa Islam itu adalah agama yang damai. setidak nya untuk para pencinta sepakbola. Amin

sumber : ucnews.com
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==